Selasa, 03 Mei 2022

Ketua DPC AWI Bekasi Mengucapkan 'SELAMAT HARI RAYA IEDIL FITRI 1 SYAWAL 1443 H', Mohon Maaf Lahir Dan Bathin'


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabaraqatuh......

ALLAHU AKBAR..... ALLAHU AKBAR...... ALLAHU AKBAR WALILLAH ILHAM......

Gema takbir telah berkumandang seiring dengan waktu yang telah kita lalui baik suka maupun duka,  sehat maupun sakit, senang maupun sedih itu semua adalah karunia dan dengan idzin Allah SWT,  maka setelah RAMADHAN  ini semoga HIJRAH kita kepada suatu perubahan diri yang hakiki dan sebenar2nya hanya kepada Allah dapat selamanya sampai akhir hidup kita di dunia dan selamanya seperti bayi yang baru terlahir kembali yaitu kembalinya FITRAH diri ini, untuk itu idzinkan saya berucap maaf lahir dan bathin atas salah dan khilaf yang telah saya perbuat, semoga kita semua diberikan bimbingan oleh Allah SWT dan ditetapkan selalu IMAN dan ISLAM kita.....aamiin....aamiin...aamiin yaa robbal alaamiin....

Maka dengan ini Kami Irwan A Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) beserta Anggota,  mengucapkan :

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَاءِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عاَمٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Taqabbalallaahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘aamin wa antum bi khair.

"SELAMAT HARI RAYA IEDIL FITRI 1 SYAWAL 1443 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN"

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraqatuh..... 🙏🏻🙏🏻 Salam Satu Pena👍

Bekasi, 03/05/2022,

(Irwan A)
Ketua DPC AWI Kab.Bekasi 

Minggu, 01 Mei 2022

Peternak Babi Kriminalisasi Wartawan, Ketua DPD AWI : 'Usut Tuntas, Hadapi Kriminalisasi Wartawan, Saatnya Insan Pers Bersatu!'



JAWA BARAT, IT - Telah terjadi lagi persekusi wartawan, dimana dua orang Wartawan bernama Tulus dan Hadi mengalami penganiayaan atau pengeroyokan oleh sekelompok orang di Desa Slarang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Sabtu Sore (30/04/2022) sekitar Pukul 16:00 WIB.

Diduga ada kepanikan atau ketakutan dari Peternak Babi bahwa  rahasianya bisa diketahui umum dengan pemberitaan sehingga dia  mengerahkan sejumlah massa yang akhirnya terjadi pengeroyokan kepada dua orang wartawan tersebut.

Berita ini mengundang reaksi dari berbagai wartawan dan media Pers, termasuk pemerhati media pers: 

"Kami nyatakan dengan tegas mengutuk dan mengecam tindakan brutal pengeroyokan dan penganiayaan dua wartawan di desa Slarang  Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap (30/4/22)", ungkap   Aceng Syamsul Hadie,S.Sos.,MM sebagai pemerhati media pers dan plus  selaku  Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Provinsi Jawa barat, saat ditemui awak media di kediamannya.

"Usut tuntas kasus persekusi terhadap dua wartawan lewat jalur hukum, sudah saatnya insan pers bersatu saling bahu membahu dan tolong menolong, serta pantau terus  perkembangan berita selanjutnya", himbaunya.

"Sekali lagi perlu dicatat oleh semua pihak umumnya masyarakat, bahwa wartawan dalam menjalankan tugas kejurnalisannya itu dilindungi secara hukum (UU Pers 40/99), maka apabila ada oknum yang berusaha menghalang-halangi bahkan bertindak mempersekusi wartawan, maka  tindakan tersebut merupakan kejahatan yang harus diselesaikan dengan jalur hukum, agar pelaku dibuat jera dan sebagai gambaran pelajaran bagi yang lainnya", ungkapnya.

"Sekali lagi kami ingatkan, dalam menghadapi persekusi dan kriminalisasi wartawan, maka seyogyanya dan  sudah saatnya insan pers bersatu !" pungkasnya dengan nada tinggi diakhir obrolannya.

(Red) IT

Jumat, 29 April 2022

Pemerintah Lepas PPKM, Uu Ruzhanul Ulum : Iedul Fitri Momen Rekonsiliasi Untuk Wujudkan 'Baiti Jannati'



KOTA BANDUNG, IT -- Setelah dua tahun pandemi covid-19 menyerang pada tahun 2020 hingga 2021, baru pada tahun 2022 kali ini Pemerintah tidak memberlakukan pembatasan terhadap berbagai aktivitas di hari raya Iedul Fitri 1443 Hijriah.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum menyambut baik hal itu dan mengajak warga Jabar untuk bersyukur. Sehingga momen hari raya Iedul Fitri, atau lebaran, dapat dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan.

"Pertama, kita harus bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, karena lebaran tahun ini sudah tanpa pembatasan. Dan juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang sudah membebaskan mudik dengan begitu leluasa, tanpa ada batasan dan juga pemulangan kembali, penyekatan-penyekatan dan yang lainnya. Sekalipun harus prokes tetap dijaga," ungkap Wagub Jabar, di Kota Bandung, Kamis (28/04/2022).

Lebih lanjut, Pak Uu -- sapaan karib Uu Ruzhanul-- mengajak warga Jabar agar menjadikan Iedul Fitri 1443 H kali ini sebagai momen untuk mempererat persaudaraan, juga waktu yang tepat untuk rekonsiliasi bagi hubungan yang sempat retak. Terutama hubungan keluarga atau persaudaraan.

"Setelah dua tahun kita lebaran dengan suasana pandemi dan prokes yang ketat. Oleh karena itu, momentum Idul Fitri sekarang mari kita jadikan untuk mempererat hubungan emosional antara keluarga. Antara emak dan apa, ayah dan ibu, ibu dan anak, anak dan bapak, anak dan ibu, termasuk juga dengan nenek kakek, adik kakak, mamang dan bibi," Sambungnya.

"Jadi liburan sekarang dipusatkan untuk meningkatkan kebersamaan dengan internal keluarga, sehingga terjadi keharmonisan dalam rumah tangga, 'baiti Jannati,' rumahku surgaku, dan saudaraku adalah sahabat karibku. Jangan malah sebaliknya, sahabat karibku menjadi saudaraku, jangan. Tapi saudaraku adalah sahabat karibku, karena terjadi hubungan emosional yang hebat diantara keluarga, maka akan terjadi tolong menolong, saling menjaga, baik menjaga harga diri, martabat dan derajat, juga menjaga keharmonisan diantara kita," tambah Dia.

Sehingga terjadi kebahagiaan dalam berkeluarga. Apalagi yang namanya Idul Fitri lekat dengan ucapan 'allahumaj 'alnaa minal aidzin wal faidzin,' yang artinya minta kepada Allah SWT untuk dijadikan orang yang kembali fitrah.

Maka Kembali fitrah berarti kembali suci, kembali menerima iman dan Islam. Kemudian Faidzin, lanjut Pak Uu, berarti mendapatkan kebahagiaan, karena menerima iman dan islam. 

Pak Uu lantas mengatakan bahwa orang yang iman Islam itu akan mendapatkan kebahagiaan dengan sendirinya, dan juga kebahagiaan karena terjadinya keislahan di antara keluarga. "Yang dulunya mungkin ada sedikit permasalahan dengan keluarga, permasalahan waris, permasalahan bisnis, permasalahan karna kesalahpahaman, kesalahpahaman karena hal-hal yang lain, maka di Idul Fitri hari ini harus diislahkan, karena momentum untuk bahagia bersama keluarga," ucap Dia.

"Oleh karena itu, harapan kami di Idul Fitri tahun ini harus selalu bersama keluarga. Kalaupun mau liburan, wisata, keluarga dibawa. Emak, bapak, nenek. Dan juga harus mampu menahan emosi seandainya di saat lebaran ini ada hal-hal yang membuat kita pasea. Maka harus mempersiapkan diri berbesar hati di saat Idul Fitri, supaya kita berseri," kata Panglima Santri Jabar.

"Dan kalau ada rezeki, mau berbagi. Jangan dulu berbagi keluar dulu. Lebih baik berbagi bersama famili. Karena mungkin tidak semua keluarga besar memiliki keberuntungan dalam bidang duniawi," tambahnya.

"Kenapa tidak, sebelum berbagi ke tetangga, sahabat, mendingan kan kata Rasulullah SAW juga lebih baik berbagi kepada saudara daripada ke yang lain," pungkasnya.

Solat Ied di Kab. Kuningan

Pun pada hari raya Iedul Fitri tahun ini, Wagub Jabar berencana akan melaksanakan Solat Ied di Kabupaten Kuningan. Sekaligus bersilaturahim dengan warga Kuningan, dan memberikan bantuan terhadap Yatim Piatu disana.

"Saya akan di Kuningan, persisnya di DKM Pasung Kabupaten Kuningan. Sekaligus akan memberikan bantuan 100 yatim piatu. Kemudian juga bertemu dengan para tokoh yang ada disana sebagai salah satu cara terbangunnya silaturahmi antara pimpinan dengan masyarakat," sebut Pak Uu.

Menurut Pak Uu, Safari ke berbagai kota di Jabar, khususnya pada hari- hari besar keagamaan menjadi penting bagi seorang Pimpinan. Karena pemimpin hari ini menurutnya harus benar-benar mampu memahami denyut nadi masyarakat yang diawali dengan silaturahmi. 

Tips Mudik Pak Uu

Tak sampai disitu, Pak Uu juga memberikan tips mudik bagi wargi Jabar. Menurutnya ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan.

Pertama yang harus persiapkan adalah, hati. Yakni niat mudik untuk bersilaturahmi kepada orangtua, kepada saudara. 

"Dan insya Allah itu akan mendapatkan pahala," ujarnya.

Kedua, yaitu mempersiapkan mental selama di perjalanan. Perlu antisipasi agar mental dan 'mood' selama perjalanan terjaga dengan baik. Jangan sampai tanpa persiapan mental, akan terjadi stress ketika di perjalanan ada hambatan, dan mudah terpancing emosi ketika terjadi sesuatu.

"Misalnya ada yang menyenggol, ada yang mendahului, ada yang apa nanti ada emosi tersendiri. Setelah mempersiapkan hati, lalu mental," katanya.

Ketiga, baru mempersiapkan badan yang sehat, diawali dengan tidur yang cukup, kemudian jika lelah maka beristirahat dahulu jangan dipaksakan.

Keempat, kendaraan pun harus laik jalan. "Jadi yang penting pertama niat, kedua siapkan hati dengan keikhlasan, dan yang ketiga persiapkan badan dan kendaraan," sebut Dia.

(ASH) IT

Rabu, 27 April 2022

Menghadapi Lebaran, SMSI Kabupaten Bekasi Bagikan Parsel Para Pemulung Dan Pengemis Disepanjang Jalan Raya Bekasi


BEKASI, IT - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bekasi membagikan parsel untuk pengemis dan pemulung yang beroperasi di sepanjang jalan raya Kabupaten Bekasi, Selasa, 26 April 2022.

Pembagian parsel dilakukan SMSI Kabupaten Bekasi dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2022, 6 hari ke depan. 

"Kegiatan hari ini merupakan wujud syukur atas prestasi yang telah diraih, dan semoga menjadi ladang kebaikan untuk kami dan  memperoleh keberkahan dari Allah Swt," kata Ketua SMSI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon, didampingi sekretaris Rochmatillah dan Bendahara Tahar Amsah kepada wartawan.

Jurnalis peraih penghargaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno itu mengatakan, tujuan pembagian parsel untuk pengemis dan pemulung utamanya menumbuhkan jiwa sosial di kalangan pengusaha media yang tergabung SMSI Kabupaten Bekasi. 

"Jika Ramadhan sebelumnya kami menyantuni anak yatim, duafa dan bagi-bagi ampaw untuk jajaran pengurus serta anggota SMSI Bekasi Raya, maka tahun ini kita membagikan parsel lebaran untuk pengemis dan pemulung di sepanjang jalan raya Kabupaten Bekasi," kata Doni Ardon.

Ditambahkan Sekretaris SMSI Kabupaten Bekasi Rochmatillah, konsep berbagi parsel untuk pengemis dan pemulung merupakan hal unik dan jarang dilakukan penggiat bakti sosial.

"Kita mendatangi langsung para pengemis dan pemulung di sepanjang jalan Kabupaten Bekasi agar mereka tak direpotkan harus datang ke lokasi pembagian baksos," kata Rochmatillah.
 
Dirinya mendapat pengalaman unik saat membagikan parsel untuk pengemis ketika sudah memasuki waktu berbuka puasa.

Pengalaman unik itu saat melihat pengemis sedang berjalan di trotoar jalan Deltamas. Sedangkan posisi kendaraan berada di jalur yang berbeda dan harus berputar di perempatan jalan Delta Mas yang masih berjarak 500 an meter.

"Kata ketua, tetap kejar, akhirnya kita muter deh walau tikungannya jauh, eh pas gitu macet lagi," timpal Bendahara SMSI Kabupaten Bekasi Tahar Amsah.

Setibanya di tempat yang dituju, pengemis itu rupanya sudah keburu menghilang dan masuk ke jalan gang yang tidak bisa dilewati kendaraan roda 4.

"Kata ketua tetap dilanjut, yaa kita akhirnya masuk dengan jalan kaki sejauh 300 an meter hingga berhasil menemukan rumah pengemis yang kondisinya sudah tidak layak," kata Tahar bercerita. 

Tahar sempat menitikkan air mata ketika sang pengemis bernama Okim (70th) mengucapkan terimakasih dengan nada serak menahan tangis haru.

"Haturnuhun SMSI, semoga Gusti Allah membalas dengan nikmat yang lebih besar, lebih berkah dan bermanfaat," kata Okim mendoakan. 

Sementara di lokasi berbeda Irwan Awaluddin selaku wakil ketua bidang keorganisasian SMSI yang juga  CEO dari mediahukumindonesia.com (Media Cyber yang dinilai sebagai Media terbaik oleh kalangan Politikus diantaranya Budiman Sujatmiko dan banyak lagi lainnya serta para Tim Ahli dari TNI AD) berharap dengan apa yang dilakukan oleh SMSI Kabupaten Bekasi dapat menjadi ladang ibadah dan amal soleh di bulan suci Ramadhan sehingga dapat menimbulkan keberkahan dan menuai kebajikan bagi organisasi tersebut.

(*) IT

Selasa, 26 April 2022

AETI Kembali Berbagi Sedekah Paket Sembako Kepada Warga Guntung di Kabupaten Bangka Tengah



BANGKA TENGAH, IT - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) kembali melanjutkan kegiatan bakti sosial (Baksos) bersedekah paket sembilan kebutuhan pokok (sembako) kepada masyarakat Bangka Belitung. 

Hari ini kegiatan baksos AETI bersedekah paket sembako kepada warga desa Guntung Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah, bertempat di kediaman rumah Kepala Desa (Kades) Guntung, Senin (25/04/2022).

Selain dihadiri langsung oleh ketua harian AETI, H. Eka Mulya Putra bersama pengurus lain, tampak hadir Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman dalam kegiatan baksos AETI  bersedekah paket sembako kepada warga desa Guntung.
 
Dalam sambutannya, Algafry Rahman, Bupati Bangka Tengah mengajak warga desa Guntung Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan. 

"Kita bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita, salah satu mensyukuri masih ada yang peduli berbagi kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat kita, seperti yang dilakukan oleh AETI," ungkap Algafri dalam sambutannya digiat baksos AETI,Senin (24/4/2022).

Diungkapkannya, “bila kita pandai bersyukur maka Allah berjanji akan menambah nikmat yang telah diberikan kepada kita, termasuk salah satunya saat menerima bantuan dari bapak Eka Mulya Putra yang mewakili organisasi Eksportir Timah ini, "ungkapnya. 

Diakhir sambutannya, Bupati Bangka Tengah menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap pengurus dan anggota AETI yang sudah memperhatikan warganya dalam bentuk kegiatan ssosial bersedekah paket sembako ini.

Ditempatkan yang sama, Kades Guntung mengatakan bahwa penyerahan paket sembako ini dilakukan secara simbolis oleh ketua harian H. Eka Mulya Putra dan Bupati Bangka Tengah kepada perwakilan warganya. 

Kemudian, ia dan bersama perangkat desa meneruskan pembagian  paket sembako tersebut kepada 350 kepala keluarga (KK) yang ada di desa guntung.

Sementara Ketua Harian Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) mengatakan bahwa bakti sosial bersedekah paket sembako  ini sebagai bentuk mempererat tali asih dan bentuk perhatian  organisasi AETI bersama jajaran pengurus AETI lainnya.

“kegiata seperti ini sudah sering kami lakukan, bukan hanya saat bulan Ramadhan akan tetapi disaat warga tertimpa bencana,  AETI pun selalu turun untuk ikut merasakan kesusahan yang di alami warga, semoga kedepan AETI dapat lebih berperan dalam membantu masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung ini,"ungkap Eka mantan anggota DPRD Babel.

Rangkaian kegiatan acara sambutan dan penyerahan simbolis di kegiatan baksos AETI bersedekah paket sembako diakhiri dengan berfoto bersama pengurus AETI, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman dan  warga desa Guntung kecamatan Kota Kabupaten Bangka Tengah. 

(KBO Babel) IT

Senin, 25 April 2022

Aceng SyamsuI Hadie,S.Sos.,MM Menilai Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia Telah Mempermalukan Dewan Pers



JAWA BARAT, IT - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H yang akan jatuh pada 2 -3 Mei 2022 ini, Dewan Pers mengeluarkan surat edaran  Nomor: 03/DP/K/1V/2022 yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh.

Surat tersebut ditujukan ke Panglima TNI, Kapolri , Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri, Menteri Komunikasi dan Informatika, Pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan Perusahaan, Karo Humas dan Protokoler Pemprov, Pemkab, dan Pemkot se-Indonesia, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika se-Indonesia, Rektorat Perguruan Tinggi dan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA, SMK, dan Kepala Desa se-Indonesia di- Indonesia.

Surat edaran Dewan Pers berisi imbauan kepada semua pihak untuk tidak melayani permintaan Tunjangan Hari Raya (THR), permintaan barang, permintaan sumbangan dalam bentuk apapun yang mungkin diajukan oleh yang mengatasnamakan media baik dari organisasi pers, perusahaan pers, maupun organisasi wartawan.

Setelah membaca surat edaran tersebut, penulis cukup kaget dan tidak menyangka  bahwa Dewan Pers sampai sejauh itu mengatur dan membatasi wartawan dan media pers sampai dalam hal urusan Tunjangan Hari Raya (THR), jelas ini adalah perilaku yang tidak elok, apapun alasannya.

Dengan diterbitkannya surat edaran tersebut, secara tidak langsung bahwa Dewan Pers telah memberikan stempel negatif seakan semua wartawan dan media pers  selalu meminta THR kepada pemerintah, instansi, institusi dan atau perusahaan.

Walaupun sifat surat edaran tersebut adalah pelarangan, tetapi secara tidak langsung sengaja dewan pers telah memberikan stigma negatif dan mengumumkan kebiasaan wartawan dan media pers secara terbuka dimana surat tersebut telah dikirim ke semua pihak dan dirilis di medsos.

“Bila ada oknum wartawan yang mengaku dari media ataupun sebuah organisasi wartawan menghubungi Bapak/Ibu, wajib untuk menolaknya. Apabila mereka meminta dengan cara memaksa, memeras, dan/atau bahkan mengancam, sebaiknya mencatat identitas atau nomor telepon atau alamat mereka dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Selain itu Bapak/Ibu bisa melaporkannya kepada Dewan Pers,” demikian isi surat imbauan Dewan Pers.

Dari narasi cuplikan surat diatas, penulis semakin yakin,  bahwa Dewan Pers sangat menonjol sekali  gaya paradigma lama dimana Dewan Pers ambisi ingin mencengkeram wartawan dan media pers.

Lucu sekali dewan pers melarang wartawan dan media pers meminta THR kepada pemerintah, sedang Dewan Pers sendiri dalam anggaran biaya operasional nya minta dana dari pemerintah, sesuai tertuang dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 pasal 15 ayat 7 poin C. bahwa sumber pembiayaan dewan pers dari bantuan negara. Sangat ironis?

Ketika semua wartawan dan media pers membicarakan surat edaran tersebut, tiba-tiba penulis dikagetkan lagi dengan beredarnya di medsos tentang viralnya surat permohonan bantuan Idul Fitri oleh organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang ditujukan kepada Direktur Bank Kuningan.  Surat ini bernomor 035/PWI-Kng/IV/2022 yang ditandatangani oleh Ketua Nunung Khazanah dan Sekretaris Diding Suryadi.

Melihat fenomena ini penulis  ingin tertawa dan bertanya; Ada apa ini? tampak sekali ketidak-sinkronan antar Dewan Pers dengan PWI, bukankah PWI itu konstituen Dewan Pers? atau ini simbol pembangkangan, atau memang manajemen kordinasi Dewan Pers dengan konstituennya tidak bagus atau amburadul? 

Dengan kejadian seperti ini, tampak Dewan Pers dipermalukan oleh PWI kabupaten Kuningan, yang seyogyanya tidak terjadi kalau ada kepatuhan konstituen terhadap Dewan Pers atau sebaliknya yaitu tidak terkordinasi  informasi yang baik dari konstituen (PWI)  kepada dewan pers.

Atau mungkin sebenarnya tujuan diterbitkan surat edaran oleh dewan pers adalah kekhususan peringatan tertuju kepada PWI tapi dibuat untuk umum? 

Jawa Barat, 25 April 2022
Penulis:

(Aceng SyamsuI Hadie,S.Sos.,MM) IT
            Pemerhati Media Pers

M.Ansori Kemukakan Bahwa, 'PT Timah Minim Kualitas SDM Dibidang Penambangan Dan Pengolahan Mineral'



OPINI :

PANGKALPINANG, IT - Apapun ceritanya dalam mengexploitasi dunia  penambangan saat ini diperlunya  Sumber Daya Manusia (SDM) memilik kompetensi tentang Penambangan Dan Pengolahan Timah tentunya tak lain tantangannya  peningkatan produksi bijih timah. 

Kendati cadangan PT TIMAH yang alluvial semakin menipis dan kompleks mengharuskan perusahaan plat merah yang sekarang berstatus sebagai perusahaan Swasta Nasional dibawah induk perusahaan Mind Id dibawah PT Inallum ini harus segera berbenah diri. 

Berdasarkan data menunjukkan produksi bijih timah hanya 26500 mton tahun 2021 turun -42% dari produksi Logam Tins tahun 2020 sebesar 45700 m ton. 

Kondisi ini diperparah dengan maraknya penambangan ilegal yang dilakukan oknum pengusaha tambang dengan menggunakan Perlatan tambang rakyat yang bekerja dalam IUP PT Timah tanpa ada pengawasan maksimal dari Pemilik IUP sendiri.

Meskipun berulang sekali dilakukan razia dengan melibatkan APH dan institusi lainnya, namun tidak memberi berdampak dengan peningkatan  jumlah  produksi bijih timah yang dihasilkan sampai dengan semester awal tahun 2022 ini.

Bahkan cenderung menurun walaupaun ada upaya manajemen untuk mencoba menaikan harga kompensasi bijih timah dipasaran.

Salah satu penyebab lambatnya pengurusan administrasi dan birokrasi yang  kompleks dan berbelit-belit untuk penerbitan surat perintah kerja (SPK) baik bagi Ponton Isap Produksi (PIP) laut  maupun  Skala Tambang Darat, sehingga tidak dipungkiri  menambah terpuruknya jumlah produksi yang dihasilkan oleh perusahaan tambang PT Timah, meskipun sebagai pemilik izin usaha pertambangan (IUP) terluas atau terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Diketahui juga kondisi cadangan aluvial darat saat ini adalah cenderung tailing eks penambangan dengan mineralisasi kompleks, dan memiliki ukuran butiran halus (mesh) yang biasa memberi   sebagai kekayaan cadangan meskipun sedikit turun gradenya.

Kemudian, tantangan  yang kedua adalah peningkatan teknologi dan SDM untuk bidang pengolahan mineral. Dan inilah merupakan kesulitan dialaminya semua penambang timah baik di perusahaan besar maupun rakyat akan stuck atau stagnant pada satu titik nantinya. Selain masalah teknologi dan pengetahuan SDM untuk mengolah mineral terutama pasir  timah. 

Ketiga adalah bagaimana menjaga umur tambang di wilayah di Bangka Belitung agar tetap berkelanjutan, terutama sebagai sumber pendapatan daerah yang terbesar untuk provinsi dan masyarakat Bangka Belitung. 

Nah, untuk menjaga multiflier efect yaitu perputaran ekonomi agar tetap stabil dan positif di provinsi Bangka Belitung.  

Namun jika PT Timah tidak bisa manege dengan baik atau bertahan sudah dapat diprediksi berapa banyak karyawan dan mitra serta stakeholder yang akan kehilangan sumber pendapatan dan terkena imbasnya.

Tentunya ini akan menjadi persoalan masalah sosial dan masalah lainnya kita di Provinsi Bangka Belitung.

Sebenarnya ada peluang besar dengan sumber daya alam (SDA) bijih timah, yaitu kita masih menyimpan adanya cadangan TIMAH PRIMER dengan deposit  sejumlah ratusan ribu ton yang masih tersimpan dalam perut bumi di Bangka Belitung, dan menjadi peluang besar dan menguntungkan masyarakat kita dan negara, apalagi didukung dengan harga logam timah yang saat ini  tinggi. 

Bahkan tertinggi dalam sejarah menyentuh $48.000/mton logam, dan harga timah dunia saat ini terus membaik seiring teknologi sumber daya terbarukan mendorong teknologi digitalisasi industri yang banyak menggunakan bahan timah.

Kekuatan yang ada inilah dengan  memiliki cadangan mineral baik primer dan alluvisan serta mineral ikutan berharga lainnya, harus dimanfaatkan dan dikelola sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat kita. 

Namun kita juga dihadapkan memiliki   kelemahan terbesar saat ini, yakni tidak adanya SDM atau boleh dikatakan langkah  di Bangka Belitung  untuk yang ahli  dibidang hilirisasi, sehingga mendorong tidak adanya peningkatan teknologi hilirisasi yang dimiliki oleh Bangka Belitung. 
                        
Sangat miris jika memang tidak ada perhatian pemerintah tentang ahli teknologi hilirisasi produk timah, dan harapan kedepannya yang akan menghilangkan ekspor timah mentah atau batangan keluar negeri. Hal ini akan terjadi dan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) jika kita tidak segera membenah diri mulai saat ini. 

Penulis : M.Ansori  
Editor : Tim KBO Babel/ IT


POSTINGAN TER-UPDATE

Upacara Api Semangat Bela Negara, BPSDM Kemendagri Siapkan CPNS Adaptif Dan Berintegritas Melalui Latsar di Kantor BPSDM Kemendagri

JAKARTA , INDONESIA TOP – Di tengah disrupsi teknologi dan dinamika global, keberadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif dan berinte...

Postingan Populer


POLITIK - KEPEMERINTAHAN


HUKUM - KRIMINAL