Sabtu, 11 Desember 2021

Para Tokoh Masyarakat Karimun Dan Kundur Minta Putra Asli Daerah Ditempatkan di Jajaran Direksi PT Timah Tbk


KARIMUN, IT - Keinginan Persatuan Karyawan Timah (PKT) Organisasi Serikat Pekerja salah satu perusahaan tambang PT Timah Tbk dalam memperjuangkan agar diberikan kesempatan mayoritas  kepada putra terbaik asli daerah  untuk menjawab tantangan dan mengatasi persoalan 'License To Operate' yang dihadapi oleh anak perusahaan PT Inalum agar Program Kerja Perusahaan dalam mengexploitasi pasir timah di wilayah IUP berjalan sesuai rencana dan mencapai target kerja yang optimal ,(10/12/2021). 

Baru-baru ini Ahmad Tarmizi Ketua Umum (Ketum) Persatuan Karyawan Timah (PKT) mewakili pengurus dan anggotanya memberikan pernyataan melalui tulisannya yang di muat di beberapa Media Online dan Cetak, Daerah maupun Nasional termasuk Media ini.

Ketua PKT ini menyampaikan aspirasi secara terbuka yang ditujukan kepada para pemegang saham perusahaan tambang PT Timah Tbk agar seyogyanya minta jajaran direksi di anak perusahaan PT Inalum  mayoritas diberikan kesempatan kepada  putra terbaik asli daerah.

Apa yang menjadi pandangan Ahmad Tarmizi Ketum PKT melalui tulisan di media mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang positif dari tokoh masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung dan Riau.

"Pernyataan tersebut patut kita acungi jempol, sikap seperti inilah yang sebenarnya yang harus di tunjukkan oleh para karyawan di Perusahaan milik Publik dan Negara, agar sama-sama memberikan dampak yang bermanfaat kepada masyarakat setempat, dengan begitu harapan dan keinginan masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah operasi PT TIMAH  Tbk dapat terakomodir dan direalisasikan sama-sama memberi keuntungan yang saling menopang antara dua kepentingan," ungkap mereka.

Menurut pandangan mereka,"Tentunya perusahaan dapat melaksanakan proses bisnisnya dan masyarakat pesisir serta nelayan juga tetap melakukan aktifitas dengan saling bersinergi, hal ini dikarenakan tampuk pimpinan PT TIMAH  ke depan berasal dari putra terbaik asli daerah kepulauan Bangka dan Kepulauan Riau lebih memahami untuk menjawab tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh anak perusahaan Inalum ini."kata mereka.
 
Pernyataan yang disampaikan oleh organisasi serikat pekerja PKT ini mendapat tanggapan dan apresiasi yang baik dari Zaizulfikar salah satu tokoh masyarakat Karimun yang juga anggota DPRD Karimun.

Zaizulfikar Anggota DRPD Kabupaten Karimun dapil IV (Tebing,Meral dan Meral Barat) dan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karimun, dan diketahui dapil Tebing adalah wilayah IUP operasi PT TIMAH Tbk di Karimun Kepri.

Menurutnya,"Direksi PT TIMAH sudah selayaknya orang Kepri yang tau wilayah dan adat Resam, dan Resam adalah prinsip-prinsip adat yang di susun oleh penguasa melayu, budaya tempatan dan sekitarnya," ujar tokoh masyarakat Kepri yang akrab di sapa bang Boy, Kamis (09/12/2021). 

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Karimun lainnya, yaitu Datuk Azman Zainal Panglima Besar  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Laskar Melayu Serumpun Provinsi Kepulauan Riau. Dan Azman Zainal di angkat menjadi  Panglima Besar  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Laskar Melayu Serumpun Provinsi Kepulauan Riau, lantaran lantang dan kerasnya menyuarakan memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil dan kecintaan  terhadap masyarakat karimun. Terkait dengan aspirasi dari organisasi serikat PKT agar jajaran direksi PT Timah Tbk mayoritas putra terbaik asli daerah, Datuk Panglima Besar  Laskar Melayu Kepri sangat setuju dan mendukung atas pernyataan sikap dari Ketum PKT.

"Saya bersedia diajak berdialog dan memberikan pemikiran sebagai bentuk dukungan moral untuk kemajuan Kabupaten Karimun khususnya karyawan Timah yang memang 90 % nya adalah putra-putri asli dari kabupaten Karimun, jika perusahaan tidak pandai membaca dan menyerap aspirasi masyarakat setempat tentu dampak negatif sudah pasti berimbas kelangsungan  perusahaan melaksanakan kegiatan  di wilayah operasi exploitasi, jadi usulan tersebut kami sangat setuju sekali dan siap mendukung," ungkap Azman. 

Selain itu, tanggapan lainnya datang dari Zulkaryanto tokoh pemuda Tanjung Batu, dan Tanjung Batu merupakan kota kecamatan yang daerahnya di dalam wilayah operasi PT TIMAH Tbk di Kepulauan Riau.

"Saya mendukung sekali, dan memang sudah seharusnya putra asli daerah ditempat untuk menduduki posisi direksi, bukannya tempatan menjadi penonton didaerahnya sendiri rasenye tak nyambung saja orang lain/luar yang lebih  memahami kultur masyarakat setempat diberi jabatan direksi sehingga itulah banyak terjadi hal-hal yang menjadi hambatan bagi perusahaan atau hal tak diingini terjadi"ungkap tokoh pemuda Kepri ini yang akrab  disapa bang Yayak kepada jejaring media ini. 

Senada diungkapkan juga dari  Azmi tokoh Pemuda Kundur  Ketua Karang Taruna desa Gemuruh (Kundur Barat) desa yang mengapit Kantor PT TIMAH Tbk kundur di Wilayah operasi Kepri dan Riau.

"Bagus ni harus kita dukung, untuk kesejahteraan masyarkat gemuruh, jelas setuju, anak tempatan bise lebih mudah dapat kerje di Timah terutama khusus orang kampong kite, yang paling penting jangan sudah duduk lupe pulak dengan kite," ucapnya dengan logat daerah.

Lanjutnya, "Kami dukunglah kamipun mudah komunikas, hal sama juga di sampaikan Bang Dani tokoh Pemuda, tokoh nelayan pesisir Sawang yang juga pernah menjabat ketua beberapa LSM di kundur : Sangat-sangat mendukung dan setuju sekali direksi di Kantor pusat orang Bangka, jadi kite berharap pejabat timah di Kundur ini pun juga harusnya putra asli Kundur atau Kepri tapi kite juge tak boleh mengenyampingkan keahlian atau kompetensi karyawan, dan jujur saat ini kami sulit sekali komunikasi dengan karyawan-karyawan timah karne info yang kami terime bidang Humas sudah tak ade lagi, ke depan kami minta harusnya di bentuk bidang Humas supaya kami mudah untuk berkonsultasi dan komunikasi supaya timah mengetahui kehendak masyarakat setempat sehingga dapat bekerja dengan optimal dan masyarkat juga terakomodir," pungkasnya. 

(KBO Babel) IT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



POSTINGAN TER-UPDATE

Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW Menjadi Momentum Sejarah Awal Penetapan Tahun Baru 1 Hijriah Bertepatan Dengan Tahun 622 Masehi

INDONESIA TOP - Hitungan jam, kita pun berjumpa dengan 1 Muharram 1446 H yang merupakan penanda pergantian tahun atau Tahun Baru Islam. Tepa...

Postingan Populer


Pilihan Pembaca