KARAWANG, IT - Nama anggota Fraksi PDI P di Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang H.
Toto Suripto, sempat terikut-ikut dalam pusaran konflik antara Ara Cs
versus Perhutani atas lahan seluas ± 9,3 hektar Blok Cijengkol (disebut
Perhutani sebagai Petak 25a RPH Kutapohaci BKPH Telukjambe) di Desa
Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, (12/8/2023). Nama
Toto, kerap disebut-sebut Kuasa Hukum Ara Cs, Elyasa Budiyanto, sebagai
pendukung Perhutani, salah satu indikasinya muncul selebaran berjudul
"Narasi Deklarasi" yang dibuat pada 11 April 2022 mengatasnamakan LMDH
Kecamatan Ciampel beserta LSM Lodaya dan Paguron Godot, yang menegaskan
"Untuk Mempertahankan Kawasan Hutan Yang Ada di Wilayah Kecamatan
Ciampel Kabupaten Karawang Dari Pihak-Pihak Yang Tidak
Bertanggungjawab," tegas mereka.
Deklarasi
plus foto bersama ini ditandatangani 5 Ketua LMDH merangkap Kepala Desa
di Kecamatan Ciampel, Ketua Godot, Ketum Lodaya, Camat Ciampel serta
Anggota DPRD F-PDI P H. Toto Suripto. Terlebih, saat pemasangan plang di
lokasi sengketa Blok Cijengkol yang dianggap Elyasa sebagai "Eksekusi
Swasta", pihak Perhutani tampak ikut didampingi LMDH, pada Sabtu
(12/8/2023).
Sebelumnya H. Toto sendiri saat dikonfirmasi Awak
Media melalui Voice Mail terkait namanya yang dihubung-hubungkan dengan
Perhutani dan LMDH, tidak menjawab tegas. Wakil rakyat dari daerah
pemilihan (dapil) 6 yang meliputi Kecamatan Ciampel, Karawang Timur,
Klari, Majalaya dan Purwasari, ini justru menanyakan kembali kinerja
Perhutani yang selama ini dia anggap lebih berpihak kepada investor
ketimbang masyarakat Desa Hutan.
"Kalau
saya sih selaku wakil rakyat tentunya harus berpihak kepada masyarakat,
kepada rakyat saya. Karena selama ini masyarakat yang ada di Desa Hutan
itu bukan sehari dua hari, setahun dua tahun, itu sudah puluhan tahun
mengelola lahan yang ada disana. Perhutani pun bukan sebagai pemilik
lahan, saya tegaskan dia (Perhutani) mitra dari kehutanan yang harus dan
wajib lapor kepada kementerian dan negara. Apakah Perhutani di
Kabupaten Karawang ini sudah memberikan keuntungan buat Negara," kata H.
Toto Suripto, yang akrab disapa Jito ini melalui pesan suara (Voice
Mail), pada Senin (7/8/2023).
Toto juga mengungkapkan tentang
banyaknya lahan Kehutanan di Kecamatan Ciampel yang justru dijadikan
objek oleh pihak Perhutani, dengan menyewakan lahan tersebut kepada
pihak asing, alih-alih kepada warga setempat.
Ia mengingatkan agar Perhutani jangan mau menang sendiri dan harus objektif mempertanggungjawabkan kinerja nya kepada Negara.
"Seperti
hari ini banyak lahan Perhutani yang di pinjam sewakan kepada orang
asing, contohnya penanaman pohon Mindi kemarin disini di kontrakan
kepada orang asing orang Korea, apa hasilnya? Lebih baik digarap
masyarakat yang sifatnya serabutan, menanam pisang, palawija yang bisa
dimanfaatkan masyarakat, karena ketika masyarakat di hutan itu bisa
membeli kendaraan itu pasti dia bayar pajak, nah ini kan ada kontribusi
kepada pemerintah. Jadi seperti itu, jadi saya tetap akan membentengi
masyarakat saya yang berada di wilayah hutan Kecamatan Ciampel,"
ujarnya.
Toto juga mengungkap bahwa saat ini terdapat investor
yang memerlukan lahan sekitar 1000 an hektar di wilayah Ciampel, dan
memohon alokasi lahan tersebut kepada Perhutani, bahkan dengan mendorong
perubahan tata ruang.
"Kita welcome terhadap investor tapi
jangan merugikan masyarakat, karena masyarakat kan mengikuti program
pemerintah. Jika sekian ribu hektar diberikan, lantas masyarakat saya
mau dikemanakan, saya tetap akan membela masyarakat saya, karena mereka
menggarap sudah puluhan tahun. Kalau memang program pemerintah,
contohnya yang diberikan Pak Jokowi kepada para penggarap yang ada di
desa hutan itu untuk memiliki lahan, kita akan senang karena ada
keberpihakan," jelas Toto.
(Tim Investigas KaJa) IT