Sabtu, 01 Juli 2023

Satlat Kartika Jala Krida 2023 Dan KRI Bima Suci Raih "The Most Spectacular Arrival" Dan "The Best Crew Parade Marching Band"


BELANDA, IT - KRI Bima Suci, kapal latih layar tiang tinggi legendaris milik Indonesia, dan Satlat Kartika Jala Krida tahun 2023 (KJK 2023) berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Tall Ship Race yang diadakan di Den Helder, Belanda, pada Jum’at (30/6/2023).

Dalam keterangannya Kadispenal mengatakan pada Awak Media bahwa,"KRI Bima Suci yang diawaki prajurit TNI AL dan Taruna AAL peserta Kartika Jala Krida tahun 2023 ini tidak hanya mengukir prestasi dengan meraih juara kategori "The Most Spectacular Arrival" dan "The Best Crew Parade Marching Band", tetapi juga berhasil memenangkan dua kategori lainnya yakni “Vesel Furthest from Home Port” dan “Runner Up Sport Activity” pada acara Crew Parade Den Helder 2023,"ungkap Kolonel Laut (P) I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, (01/07/2023) di Jakarta.
 
"Dalam kategori "The Most Spectacular Arrival", KRI Bima Suci berhasil memukau masyarakat setempat dengan tampilan yang meriah saat memasuki pelabuhan Den Helder. Para Prajurit dan Taruna AAL dengan gagahnya mengibarkan bendera merah putih serta para Taruna dengan semangat menyajikan pertunjukan yang luar biasa dengan menampilkan GS Mini dan mengenakan pakaian budaya daerah Indonesia,"terangnya.

"Selain itu," lanjutnya," KRI Bima Suci juga memenangkan kategori "The Best Crew Parade Marching Band". Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL tampil gemilang dengan atraksi marching band yang dinamis dan penuh semangat. Mereka menghibur masyarakat dengan atraksi yang enerjik dan display yang menarik, menciptakan atmosfer kegembiraan disepanjang rute parade."

"Penampilan kesenian para prajurit KRI Bima Suci dan Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat II angkatan ke-70 pada parade crew dilepas langsung oleh Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi, Waaspers Kasal Brigjen TNI (Mar) Endang Taryo beserta para pejabat TNI AL dan berhasil membuat semua mata pengunjung yang hadir disepanjang rute parade dari Port of Den Helder menuju pusat kota memandang bangga dan kagum," kata
Kadispenal.

Ia juga mengungkapkan bahwa, Antusias para pengunjung yang hadir selain dikarenakan kegiatan Tall Ship Race yang hanya dilaksanakan setiap 4 tahun sekali, juga dikarenakan pada event ini dihadiri oleh peserta kapal layar dari seluruh belahan dunia. Selain itu kehadiran KRI Bima Suci sangat ditunggu karena merupakan satu-satunya peserta terjauh yang datang dari Indonesia. Hal ini membuat KRI Bima Suci merupakan kapal layar peserta dengan perjalanan paling jauh.

"Oleh karena penampilan yang berhasil menggemparkan kota Den Helder itu Satgas KJK 2023 yang dikomandani Letkol Laut (P) M. Sati Lubis serta Palaklat Mayor Laut (P) Rendra Hariwibowo berhasil memperoleh dan memenangkan beberapa tropy seperti The Most Spectacular Arrival, Vesel Farthest from Home Port, The Best Crew Parade and Marching Band serta Runner Up Sport Activity," jelasnya.

Kadispenal menekankan bahwa,"Prestasi ini menjadi bukti kemampuan dan profesionalisme prajurit KRI Bima Suci dan Taruna AAL yang membanggakan sebagai duta bangsa dalam mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sekaligus sebagai pembelajaran bagi Taruna dalam misi diplomasi internasional untuk bekal dalam penugasannya nanti," tandas Kolonel Laut (P) I Made Wira Hady Arsanta Wardhana.

Ia juga menyatakan bahwa, Pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali bahwa peran serta TNI AL dalam pelayaran muhibah diplomasi merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia untuk menciptakan persahabatan dan memperkenalkan budaya kepada dunia.
 
(Lulu) IT

Rabu, 28 Juni 2023

Ahmad Dhani Launching Lagu Dewa 19 Feat Scoot Soto, Indra Putra : Tujuan Mas Dhani Idenya Menambah Uang Dari Musik Dan Video Klip


JAKARTA, IT – Ahmad Dhani Corp mengadakan jumpa pers dalam acara launching lagu Dewa 19 Feat Jeff Scoot Soto (Bohemian Rhapsody & Rosanna) sekaligus bisa menyaksikan eksklusif VideoLegend.TV Digital Music Television pertama di dunia yang diadakan di Hotel 101 Urban Kebon Sirih Jakarta pada tanggal 27 Juni 2023.
 
Indra Putra sebagai Founder Mydio Tech seusai mengikuti press conference launching Dewa 19 Feat Jeff Scoot Soto mengatakan pada Awak Media bahwa, “Kita melihatnya bahwa memprofit itu perlu adanya kemudahan akses terhadap user maupun terhadap baladewa dan baladewi tentunya fansnya Mas Dhani. Kita juga melihat bahwa ternyata yang paling cocok adalah web base, bukan di aplikasi seperti yang ada di masyarakat. Meskipun tidak menutup kemungkinan kedepan bakalan ada. Sekarang ini kita coba yang lebih mudah. Kalau saya lihat dari tujuan dari Mas Dhani idenya adalah untuk menambah uang terhadap musik terutama video klip, kalo dulu jaman beliau tumbuh dengan MTV dan sebagainya. Mungkin sekarang dengan adanya teknologi yang lebih mudah dan sebagainya dihadirkanlah keinginan beliau untuk menghadirkan sebuah platform yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas seperti beliau dulu menikmati," tuturnya.
 
"Jadi kalau saya bilang bedanya tadi mengenai apakah ini akan bersaing, sepertinya bukan karena menurut saya malah menambah poin didalam industri musik itu sendiri, sehingga banyak pilihan buat masyarakat yang ingin menikmati musik terutama fansnya dewa dan fans mas Dhani. Memang yang kita persiapkan itu adalah streaming dalam arti back end dimana kita menggunakan CDN yang ada banyak platform yang sudah beredar di Indonesia yang streamingnya. Kita menggunakan teknologi yang sama, kalau platform back end kita adalah mydio box dari mydio tech. Mengenai kedepan bisnisnya mungkin lebih ke Mas Dhani karena Mas Dhani yang punya brand VideoLegend.tv jadi mungkin mas Dhani yang lebih tahu arahnya kemana. Itu semua video-video yang dikurasi oleh Mas Ahmad Dhani dan saya pribadi melihatnya kedepan kemungkinan itu balik lagi ke mas Dhani yang lebih mengerti. Kalau kita bicara musik beliau yang paling tahu kebutuhan atau permintaan masyarakat terhadap musik," papar Indra.
 
"Harga dipasaran Mas Dhani patok di Rp. 45.000/bulan seperti di premiumnya Youtube dengan project kolaborasi idealismenya dari Mas Dhani. Jika ada permintaan untuk di Aplikasi Android atau IoS kita akan provide karena kita juga punya sebenarnya yaitu Dewa 19 Super Apps untuk App Karaoke lagu-lagu Dewa 19 dan sebagainya. Kita melihat untuk streaming musik 24 jam lebih bagus pakai web base daripada aplikasi begitu juga buffering itu tergantung Back End dimana kita menggunakan CDN yang cukup bisa mumpuni untuk kita anggap bisa menjamin kestabilan itu. Kita menggunakan teknologi back end yang kita sebut dengan serverless. Mudah-mudahan tidak overload atau sebagainya, sebelum launching kita sudah lakukan ujicoba selama satu tahun yang software kita build di Indonesia dan ini salah satu karya anak bangsa, kalau di Singapore biasanya servernya hanya bagian services karena di Indonesia masih banyak server yang cukup bagus. Kalau software dibuild memory power system dan pengontrolan segala macam harus dari kita sendiri dan servernya di cloud tapi yang undernya di Singapore,"ungkapnya.
 
Lanjutnya,"Royalty dalam konteks konten yang dibuat Mas Dhani seperti VideoLegend dan sebagainya itu konteksnya adalah VDR dalam arti perusahaan rekaman mas Dhani dengan pihak perusahaan rekaman. Plaform itu hanya mendistribusi tapi distribusinya ada agreement VideoLegend," imbuhnya.
 
"Harapan dari acara launching ini mudah-mudahan kedepannya menginspirasi anak muda kita dalam teknologi dan semakin bergairah dalam mengembangkan platform-platform yang menurut mereka mungkin perlu diisi tanpa harus melihat contoh dari luar. Saya sendiri kalau boleh saya katakan sebenarnya anak-anak muda kita itu punya ide kreatif yang cukup bagus dalam mengembangkan aplikasi. Jadi saya berharap akan tumbuh terus," tutupnya.
 
Adapun Ahmad Dhani dalam presscon nya dihadapan Media TV Elektronik dan Online mengatakan bahwa, "Karena kami, Dewa 19 itu penggemar Queen dan Toto yang memang jadi inspirasi kami,” kata Ahmad Dhani saat menggelar konferensi pers di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (27/6/2023).
 
Mengenai izin untuk menggunakan lagu tersebut, Ahmad Dhani mengaku telah royalti kedua lagu tersebut dengan merogoh kocek sebesar Rp 60 juta.
 
”Bohemian Rhapsody itu bayar royalti di depan itu Rp 40 juta, Rosanna bayar royalti di depan Rp 20 juta. Mereka punya perwakilan dari sini, karena kami, Dewa 19 itu penggemar Queen dan Toto yang memang jadi inspirasi kami,” beber Ahmad Dhani.
 
Ahmad Dhani mengaku bahwa Ia juga wajib membayar royalti untuk kedua lagu itu. Hal itu disebabkan dirinya mengunggah lagu Bohemian Rhapsody dan Rosanna di platform digital miliknya.
 
"Jadi selama lagu itu dijual di platform digital atau di mana pun, kami wajib bayar royalti setelah terlampaui dari Rp 40 juta untuk Bohemian Rhapsody dan Rp 20 juta untuk Rosanna," terang Ahmad Dhani.
 
Sebagaimana diketahui Bohemian Rhapsody merupakan lagu dari Queen yang ditulis oleh Freddie Mercury atau Farrokh Bulsara pada album A Nightmare at the Opera (1975). Lagu berdurasi hampir enam menit itu meraup sukses besar dan menjadi salah satu single terlaris sepanjang masa di Inggris.Bahkan lagu tersebut juga masuk ke dalam Grammy Hall of Fame pada 2004 dan diangkat menjadi judul film biopik dari band tersebut pada 2018 yang berhasil meraih 4 piala Oscar.
 
Sementara Rosanna adalah lagu yang ditulis oleh David Paich dan menjadi single mereka untuk album Toto IV pada 1982. Rosanna berhasil mendapatkan Grammy Awards untuk kategoru Record of the Year pada 1983 dan juga mendapat nominasi di Song of the Year namun kalah dari Always on My Mind.
 
(Red) IT

Selasa, 27 Juni 2023

Wagub Akmil Sematkan Brevet Widya Yudha Taruna Akademi Militer Tingkat III TP 2022/2023 di Lapangan Saptosari, Gunungkidul


JAWA TENGAH, IT - Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho menyematkan Brevet Latihan Widya Yudha Taruna Akmil Tingkat III/Sermadatar Akademi Militer TP 2022/2023 bertempat di Lapangan Saptosari, Gunungkidul. Selasa (27/06/2023).

Dalam amanat Gubernur Akademi Militer yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho menyampaikan bahwa,"Latihan Widya Yudha merupakan bagian dari program latihan berjenjang Pendidikan Taruna Akademi   Militer, yang menitikberatkan pada peningkatan kemampuan teknik dan taktik bertempur  tingkat  regu dan peleton, dalam hubungan kompi dan batalyon yang merupakan rangkuman dari keseluruhan materi latihan selama kurun waktu sebelumnya," katanya.

Wakil Gubernur Akmil berharap kepada para Taruna, agar latihan Widya Yudha ini tidak saja sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dan naluri tempur serta kepemimpinan lapangan, akan tetapi juga dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan serta mengambil hikmah penting dari latihan ini.
 
"Dimanapun para Taruna bertugas nantinya, harus memegang  teguh jati diri TNI sebagai Tentara Profesional yang Selalu Memiliki Motivasi Kuat Untuk Selalu Belajar dan Berlatih Agar Memiliki Kecakapan, Kemahiran dan Kemampuan Prajurit Sejati,"ujar Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho.

"Dengan selesainya latihan Widya Yudha bagi Taruna Akademi Militer tingkat III/Sermadatar ini," lanjut
Wakil Gubernur Akmil, "Diharapkan agar para Taruna terus belajar dan berlatih dalam mengaplikasikan materi latihan Widya Yudha yang telah dikuasai, dan berupaya mengembangkan diri pada setiap kesempatan dan waktu guna mempertahankan dan meningkatkan pencapaian target latihan yang sudah dicapai saat ini."

Lanjutnya," Brevet latihan Widya Yudha yang disematkan kepada Taruna Tingkat lll setelah kegiatan latihan ini, harus dapat dipertanggungjawabkan dalam memelihara dan meningkatkan semangat belajar dan berlatih di lembah Tidar. Taruna harus menunjukan pada lembaga, bahwa kelak memang pantas menjadi perwira lulusan lembah Tidar yang dapat dibanggakan, baik dari aspek kemampuan, pengetahuan maupun keterampilan yang dimiliki. “Selamat” kepada para Taruna tingkat III/Sermadatar yang telah selesai melaksanakan latihan Widya Yudha TP 2022/2023," tutup
Wakil Gubernur Akmil, Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho.

(Marno) IT
 

Minggu, 25 Juni 2023

Tak Miliki RDTR Berakibat Tumpang Tindih, Kinerja Bupati, Plt Dan PJ Kabupaten Bekasi Berikut SKPD Terkait Ditegaskan Faisal, Lamban!


KABUPATEN BEKASI, IT - Persoalan terkait banyaknya Fasos-fasum baik Perumahan tingkat Elite Class, Middle Class maupun Grassroot Class yang belum juga ada itikad untuk menyerahkan dari pihak Pengembang ke pihak Pemkab Bekasi menjadi dilema dan momok yang menjadi salah satu tolok ukur terhambatnya laju pembangunan serta peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bekasi, akibat dari kinerja Bupati, Plt dan PJ Bupati Kabupaten Bekasi beserta SKPD terkait dan jajarannya yang sebelumnya maupun saat ini dinilai, lamban,melehoi dan bahkan lalai dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan Tupoksinya, sehingga melampaui Deadtime yang sudah di tetapkan Pemerintah Pusat.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi PKS komisi II, H. Faizal Hafan Farid, S.E., M.Si saat melakukan anjangsana dengan bertandang ke kediaman Kades Sukarukun, Karnada pada (24/06/2023) Siang guna mempererat hubungan baik pribadi maupun Institusi berkelanjutan dalam silaturahmi yang di lakukan Faisal tersebut.
 
" Tergantung perjanjian dan modelnya, bisa aje die punya satu alibi perumahan itu di bagi-bagi dalam penyerahannya, yang ini 10 tahun, yang ini 15 tahun, yang ini 20 tahun, yang ini gak bakal diserahin karena ini masih ada kewenangan dia untuk masa depan sehingga yang sepadan jalan diserahkan, bawahnya engga...bisa begitu," katanya

Disinggung tentang Delta Mas yang sampai saat ini tidak juga menyerahkan Fasos-fasumnya terhadap Pemerintah Daerah kendati perumahan tergolong elite tersebut dapat juga di sebut sebagai icon Pemkab.Bekasi, dimana keberadaannya di lokasi central yang berada di longkungan sekitar Pemkab Bekasi.

"Kebetulan juga saya barusaja kemaren, orang dari salah satu perumahan pengembang terbesar, saya tinggal di Cikarang Baru, itu baru aja ngobrol dengan saya, karena dia cerita tentang penyerahan Fasum Fasos jalan tapi tidak semuanya diserahkan itu menjadi persoalan, saya tanya..mana ente punya aturannye gimana, nah dibawa tuh berbagai macem, ternyata banyak pasal yang abu-abu bang,"ungkap Faisal.
 
Lanjutnya,"Abu-abu artinya pasal karet yang bisa dibawa kesini-bisa di bawa kesana, tergantung pada situasi yang terjadi, nah itu saya rasa akan sulit cerita masalah gitu, karena semua ada aspek hukumnya yang musti di tempuh," sambungnya.
 
Terkait Fasum Fasos Delta Mas yang beberapa telah di gunakan untuk Mako Brimob seluas kurang lebih 4 Hektar dengan ketetapan selebihnya yang tidak ada kejelasan. Anggota Komisi II DPRD Jabar dari Fraksi PKS tersebut menceritakan.
 
"Dulu saya pernah tahun 2006 ngurusin di perumahan saya yang di Cikarang Baru. Ada satu Cluster luas Fasum Fasosnya hampir 10.000 dan tiba-tiba di jadiin kawasan perumahan, yang lainnya di pindahin ke tempat lain. Apa dalihnya,"Kan pak kitakan Kawasan yang penting 60-40 nya terjadi, mau saya pindahin kemana-kemana gek no problem kan komposisinya bener, itu juga dalih Delta Mas begitu,"Kitakan Kawasan"," tegasnya.

Ditanyakan tentang pandangan terhadap aturan Tata Ruang di Kabupaten Bekasi dengan segala pernak-perniknya, Anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi PKS komisi II mengungkapkan bahwa.

"Tata Ruang Kabupaten Bekasi permasalahannya RDTRnya belon ada, dari tahun jebot itu rencana kaga jadi-jadi, Rencana Detil Tata Ruang yang diturunkan pada Rencana Detil Tata Ruang tingkat Kecamatan, di bawahnya RTRW, misalnya dalam Blok itu tertulis, ini kawasan hijau, kawasan merah...bener itunye besarkan tapi di kecilkan lagi merahnya, kan otomatis ada Kecamatannya..ada Desanya mana aja Desanya yang di maksud dengan merah, itu RDTR namanya Rencana Tata Ruang Tingkat Kecamatan, taruhlah kalau Desa terlalu jauhlah..terlalu detil, ini Kecamatan..itu kaga pernah jadi-jadi bang, sampai saat ini...yang ada hanya Blok-blok aja, wilayah 1, wilayah 2, nah baru sampai itu setahu saya, itu persoalan yang akhirnya pengembang atau masyarakat yang mau mengembangkan wilayah itu jadi bingung, akhirnya main kucing-kucingan, yang berani, yang apa.. ayo, Itu persoalan Bekasi Intinya, lah belon ada RDTR," tutur Faisal.
 
Lebih dalam lagi Ia mengungkapkan bahwa,"Kemaren kita kebetulan habis ngurusin RTRW, karena saya orang Bekasi, persoalan pertama yang kita pikirin adalah "Lahan Abadi" tentang Pertanian, kan sekarang banyak di Bekasi tentang Pertanian berubah jadi Perumahan, Jadi kemaren saya sengaja dateng bertemu sama pak PJ, kita nagih mana bukti tentang RDTR yang terkait dengan luas "Lahan Abadi" yang memang jadi target nasional, Bekasikan menjadi lumbung padi nasional, lumbung padi Jawa Barat juga, harusnya kita punya lahan yang di patok yang engga boleh di ganti apapun," ungkapnya.

"Kitatuh sawah yang awalnya 85 ribu hektar tahun 2004 saya di Dewan Bekasi,sekarang tinggal 35 ribu hektar, lah pada kemana itu," sambungnya.

"Kan RDTR itu penjelasan dari Visi Misi Bekasi ini mau jadi apa?, kan di jabarkan dalam Tata Ruang, apakah mau menjadikan Industri, apakah mau memajukan sawah atau Pertanian, berapa bannyak, Perumahannya berapa banyak, kan dari Visi Misi, tetep yang 35 ribu hektar itu "Lahan Abadi" dan Bekasi sudah mengajukan, sebab satu-satunya yang belon punya RDTR yang di sahkan dengan Paripurna "Lahan Abadi" itu Bekasi, mangkanya saya dateng khisis kemaren ketemu pak PJ Dhani Ramdan nah baru di kasih akhirnya rapatkan, masih bingung die, coba pak pikirin jalan keluarnya, akhirnya ketok palu ditetapkan sudah, kalau engga salah 30 ribu terakhir..jadi itu enggak boleh dirubah," ungkapnya

Faisal menegaskan bahwa," Kabupaten Bekasi belon punya RDTR, ditanya ke PJ juga "Belon punya," jawabnya, Tata Ruang Bekasi aja masih belon ajeg, RDTR mah sejak jaman Bupati Neneng juga belon ada di dua periode lalu sampe sekarang, RDTR lebih spesifik, supaya engga jadi rebutan, memang masing-masing ada keuntungan dan kerugiannya, kalau ditetapkan begitu membantu semua karenakan jelas, tapi kalau terlalu jelaskan kalau ada pengembang yang pengen ada ini itu kan repot, karena ditahan tidak boleh, tapi iru semua dapat di hancurkan kalau Program Strategis Nasional (PSN) masuk disittu," tegasnya.

"Jadi intinya Tata Ruang di Kabupaten Bekasi masih belon beres, kan ngegantung kemaren, belon sempet kita memfinalkan Tata Ruang Bekasi, tiba-tiba aturan baru sudah turun lagi RDTR baru dari Provinsi yang di baru sahkan, jadi masuknya Kinerja Pemkab, Pemkab sebelumnya juga jadi kendala disitu, jadi kinerja Pemkab Lamban," tandas Faisal.

Dirinyapun kembali menekankan bahwa, "Intinya Kabupaten Bekasi sampai dengan saat sekarang ini belon mempunyai Tata Ruang Detil, disebut RDTR turunan dari Tata Ruang RTRW, nah kondisinya mungkin terkait dengan masih berprosesnya pembentukan Peraturan Daerah di tingkat Kabupaten Bekasi, tapi karena yang membuat kewenangan itu berganti-ganti sehingga Bekasi sampai saat sekarang belon menyelesaikan Tata Ruang yang seharusnya sudah du sahkan sejah setahun yang lalu. Akibatnya belon selesai yang  setahun ini sudah ada aturan lagi yang mengelola tentang pengelolaan aturan yang baru, jadi terkesan tumpang tindih akhirnya, mudah-mudahan ini di tahun yang sekarang ini bisa diselesaikan Tata Ruang Bekasi dulu secara menyeluruh baru kemudian di tunggu untuk detil Tatar Ruang yang mesti juga di selesaikan, Kinerja Pemkab kurang optimal dan lamban kemungkinan terjadi karena dua hal, pertama, pergantian kepemimpinan itu mempengaruhi pola kerja dan kinerja juga, berganti kepemimpinan maka berganti juga yang melakukan kebijakan, yang kedua, memang proses ini tidak di seriusilah, pada saat kesempatan ada tapi tidak di seriusi sehingga menjadi terlambat semuanya," tekan Anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi PKS komisi II.
 
" Prioritas Pemerintah sekarang adalah menyelesaikan Tata Ruang secara sempurna sampai ke tingkat RDTR untuk kemudahan kita atau masyarakat pelaku usaha dan bisnis memanfaatkan Tata Ruang di Bekasi," pungkas H. Faizal Hafan Farid, S.E., M.Si.
 
(JLambretta) IT

Kamis, 22 Juni 2023

Pepabri Gelar Pertemuan Silaturahmi, Linda : Ini Hal Yang Perlu Disyukuri, Sudah Ikut Mengabdi Untuk Kepentingan Bangsa Dan Negara


JAKARTA, IT – Para isteri purnawirawan pengurus Dewan Pimpin Pusat (DPP) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) menggelar pertemuan silaturahmi di Cafe Pangpol 146 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/06/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Agum Gumelar mengatakan bahwa,
 
"Kondisi keluarga yang sehat, terus membangun silaturahmi dan kebersamaan, merupakan faktor penting dalam organisasi," katanya.
 
Isteri Ketua Umum DPP Pepabri Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar juga mengungkapkan bahwa dirinya rela berkarya di Pepabri walaupun tidak mendapat apa-apa. 
 
"Ini merupakan hal yang perlu disyukuri, karena sudah ikut mengabdi untuk kepentingan bangsa dan Negara," ungkap Linda Amalia Sari.

Acara silaturahmi juga diisi dengan paparan Sadari (Periksa Payudara Sendiri) terkait dengan masalah penanganan kanker payudara.
 
(Aria) IT

 

 

Rabu, 21 Juni 2023

Memberikan Pembekalan di Lemhannas RI, Ketua MPR RI Bamsoet Diajak Pengusaha Muda HIPMI Untuk Mendukung Pembangunan Nasional


JAKARTA, IT - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengingatkan Indonesia memiliki momentum emas dengan hadirnya bonus demografi. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 akan mencapai 324 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen nya, atau sebanyak 227 juta jiwa adalah kelompok usia produktif. Bonus demografi akan menjadi sia-sia, jika gagal didayagunakan secara optimal. Bahkan, berlimpahnya usia produktif yang tidak terserap oleh pasar kerja, justru akan menjadi 'beban' bagi pembangunan.

"Road Map Indonesia Emas 2045 yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, bukanlah sekadar angan-angan. Tentang sumberdaya manusia Indonesia yang cerdas berkelas dunia, menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius, beretika, dan terbebas dari perilaku korupsi. Tentang Indonesia sebagai pusat pendidikan, episentrum teknologi, dan jantung peradaban dunia. Tentang kemandirian negara yang berdaya saing, serta menjadi barometer pertumbuhan ekonomi global. Butuh kerja keras dan kerjasama dari berbagai pihak untuk mewujudkannya. Salah satunya dukungan dari HIPMI," ujar Bamsoet saat memberikan pembekalan dalam Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Lemhannas RI, Jakarta, Rabu (21/6/2023).

Hadir antara lain Deputi Kebangsaan Lemhanas, Laksamana Muda TNI Edi Sucipto dan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Akbar Himawan Buchari.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, dalam dimensi ekonomi, para pengusaha muda adalah elemen penggerak pembangunan sebagai generator dan sekaligus dinamisator. Dalam dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, pengusaha muda adalah pembentuk masa depan perekonomian nasional. Akan seperti apa wajah 'negara kesejahteraan' yang diamanatkan oleh Konstitusi ditentukan oleh seberapa dalam rasa nasionalisme serta seberapa luas wawasan kebangsaan mengakar kuat dalam jatidiri para pelaku ekonomi. Khususnya, para pengusaha muda.

"Berkaitan dengan pentingnya pemantapan nilai-nilai kebangsaan bagi pengusaha muda, saya sepakat dengan konsep Indonesia sentris yang digagas Presiden Jokowi. Tidak hanya dalam makna pentingnya pemerataan pembangunan yang menjangkau seluruh wilayah dan menyentuh semua sektor. Namun juga dalam makna menjadikan kepentingan nasional sebagai prioritas dan muara pembangunan. Keberpihakan pada kepentingan bangsa dan negara, harus ditempatkan di atas kebutuhan dan tekanan pasar global," jelas Bamsoet.

Mantan Ketua BPP HIPMI 2001-2004 dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia 2021-2026 ini menerangkan, saat ini pertumbuhan investasi dalam negeri cukup tinggi. Namun, harus pula disadari bahwa tingginya investasi tidak selalu dan tidak serta merta berbanding lurus dengan tingginya serapan angka tenaga kerja.

Sebagai gambaran, realisasi investasi sepanjang tahun 2022 mencapai lebih dari Rp 1.207 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai lebih dari 1,3 juta orang. Artinya, setiap satu triliun rupiah investasi, hanya mampu menyerap sekitar 1.300 tenaga kerja. Jika dibandingkan pada tahun 2013, nilai investasi per satu triliun rupiah dapat menyerap sekitar 4.600 tenaga kerja.

"Di sisi lain, setiap tahun jumlah angkatan kerja baru diperkirakan mencapai 3,3 juta hingga 3,5 juta. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan angka pengangguran pada usia produktif. Merujuk pada data BPS, per Februari 2023, kelompok usia 15 tahun hingga 24 tahun mendominasi tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 16,46 persen," terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, senafas dengan visi organisasi HIPMI, setiap kader HIPMI diharapkan dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru, baik di tingkat lokal maupun nasional. HIPMI diharapkan menjadi ujung tombak dalam paradigma pembangunan sumberdaya manusia yang berkualitas, berdaya saing, serta memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pasar global yang semakin kompetitif, seiring laju perkembangan zaman.

"Kita perlu belajar dari pengalaman negara-negara yang telah sukses memanfaatkan periode bonus demografi, seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang. Kunci keberhasilan negara-negara tersebut dalam memanfaatkan bonus demografi adalah dengan mempersiapkan sebaik-baiknya sumber daya manusia (SDM) sebagai subyek pembangunan. Keberlimpahan tenaga kerja yang siap diserap oleh pasar tenaga kerja harus menjadi modal sumber daya yang menopang pertumbuhan ekonomi dan tidak justru menjadi beban pembangunan," pungkas Bamsoet.
 
(*) IT

Senin, 19 Juni 2023

Performa Timnas Indonesia Melawan Timnas Argentina Mendapat Apresiasi Dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo


JAKARTA, IT - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi penampilan epic yang diperlihatkan Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Indonesia. Dipimpin pelatih Shin Tae-yong serta Captain Tim Asnawi Mangkualam, Timnas Sepakbola Indonesia yang saat ini menempati peringkat 149 FIFA, mampu memberikan perlawan terhadap Tim Nasional Sepakbola Argentina yang merupakan Juara Dunia World Cup FIFA 2022 serta menempati peringkat 1 FIFA.

"Mental, skill, dan kerjasama tim yang luar biasa telah diperlihatkan para pemain Timnas kita. Hasil akhir 0-2 untuk Argentina merupakan pencapaian yang yang lebih dari cukup bagi Indonesia. Mengingat pertandingan ini bukan sekadar mencari kemenangan. Terpenting adalah memberikan kesempatan kepada para pemain Timnas kita untuk bisa melawan tim sepakbola berkelas dunia, seperti Argentina. Sehingga bisa mengasah kemampuan mereka, khususnya dalam menghadapi putaran final Piala Asia 2023," ujar Bamsoet usai menyaksikan pertandingan FIFA Match Day 2023 antara Indonesia melawan Argentina, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam (19/6/23).

Turut hadir Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia, Kapolri Listyo Sigit dan Menpora Dito Ariotedjo.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, selain apresiasi terhadap pelatih dan pemain Timnas Sepakbola Indonesia, apresiasi juga perlu diberikan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta jajaran pengurus PSSI lainnya yang telah bekerja keras menata manajemen persepakbolaan di Tanah Air. Senantiasa melakukan berbagai perubahan dan terobosan untuk membuat sepakbola Indonesia semakin maju dan modern. Salah satunya dengan mendatangkan Timnas Sepakbola Argentina ke Indonesia.

"Absennya beberapa bintang Timnas Sepakbola Argentina seperti Lionel Messi, Angel Di Maria, dan Nicolas Otamendi, tidak mengurangi kualitas dan greget pertandingan. Mengingat Argentina masih memiliki berbagai bintang seperti Emiliano Martinez, Nahuel Molina, Nicolas Tagliafico, Julian Alvarez, Alejandro Garnacho, dan Leandro Paredes," jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini menerangkan, pertandingan Indonesia melawan Argentina tercatat terakhir kali terjadi pada 44 tahun lalu, yakni pada Piala Dunia U-20 1979 di Tokyo. Sudah terlalu lama juga Stadion GBK tidak menjadi tuan rumah pertandingan Indonesia melawan Timnas sepakbola negara dunia yang memiliki level tinggi. Terakhir terjadi di tahun 2013 saat melawan Belanda, serta tahun 2010 saat melawan Uruguay.

Selain meningkatkan geliat sepakbola di Indonesia, FIFA Match Day 2023 antara Indonesia melawan Argentina juga memberikan multiplier effect economy yang besar bagi perekonomian nasional. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia menghitung perputaran uang yang dihasilkan dari event ini nyaris Rp 1 triliun.

"Antara lain bersumber dari pengeluaran penonton di stadion. Misal untuk tiket, transportasi, akomodasi, dan makanan, penjualan cinderamata (merchandise), sewa stadion dan lapangan latihan, pengeluaran iklan televisi serta pengeluaran sponsor pertandingan," pungkas Bamsoet.
 
(*) IT



POSTINGAN TER-UPDATE

Untuk Menentukan Sikap Terhadap Perjanjian Dagang RI–AS, SMSI Tetap Akan Menunggu Hasil Dari Rapimnas Internal

Ketua Umum SMSI, Firdaus JAKARTA , INDONESIA TOP – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) hingga kini belum menyatakan sikap resmi terkait sa...

Postingan Populer


POLITIK - KEPEMERINTAHAN


HUKUM - KRIMINAL